Nge-blog atau blogging sudah menjadi “santapan” sehari-hari, sudah menjadi kebutuhan dan bagian kehidupan sehari-hari. Selebriti seperti Maylaffayza, misalnya, mengaku sudah kecanduan nge-blog. Bangun pagi, Maylaf, nama panggilannya, sudah mengecek komentar yang dikirim ke blog-nya. Saat menjelang tidur, Maylaf masih berada di depan
komputernya untuk mengisi blog-nya. “Saya sudah addict’ nge-blog. Minimal tiga jam sehari,” kata pemain biola Indonesia itu.
Maylaffayza tentu bukan satu-satunya orang yang merasakan blog sebagai “candu”. Jika sehari tidak nge-blog, ada sesuatu yang hilang. Nge-blog atau blogging kini menjadi salah satu bagian kehidupan sehari-hari. Bukan hanya di Indonesia, tetapi di berbagai negara di dunia. Technorati, mesin pencari blog, memperkirakan jumlah blog di seluruh
dunia saat ini lebih dari 88 juta.
Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh melihat perkembangan dunia blog di Indonesia sangat pesat. Jumlah blogger di seluruh Indonesia saat ini 130.000-an. Tahun 2008, Nuh berharap jumlahnya menjadi satu juta.
Mengapa harus nge-blog? Wimar Witoelar mengatakan, mereka yang nge-blog adalah orang-orang yang berani bersikap. “Mereka menulis perasaan, pandangan, dan sikap di blog mereka dengan jujur,” kata Wimar. Sistem politik Indonesia selama bertahun-tahun melarang rakyat bersikap jujur. Namun, dengan blog, orang Indonesia diajak belajar
jujur mengungkapkan pendapat.
ebuah ajang “kopi darat” blogger seluruh Indonesia yang dinamakan “Pesta Blogger 2007″ digelar di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (27/10). Di bioskop itu hadir sekitar 500 blogger dari berbagai komunitas dan kota di Indonesia.
Antusiasme blogger sangat luar biasa. Bayangkan, blogger dari Palu, Sulawesi Tengah, seperti Ruslan Sangaji dan Andi Miswar, sengaja datang ke Jakarta hanya untuk menghadiri Pesta Blogger. Saking nekatnya demi menghadiri acara “kopi darat” ini, Ruslan dan Andi kehabisan uang untuk kembali ke Palu karena harga tiket Makassar-Jakarta melonjak dan mereka kurang memperhitungkan ini. Namun, kesulitan mereka akhirnya teratasi setelah ada yang membantu membelikan tiket pulang.
Yang menarik, Juwono adalah menteri yang memiliki blog pribadi. Blog
ini memuat opini, minat, pandangan, dan aktivitasnya. Dia mencoba
menulis dalam bahasa Indonesia. Namun, untuk mencapai pembaca yang
lebih luas, dia menulis dalam bahasa Inggris. Meskipun dikelola oleh
anak lelakinya, tetapi blog ini memuat “wajah” Juwono Sudarsono. Blog
ini dibagi dalam lima kategori, yaitu masalah-masalah defence,
development, family, international, dan nation.
Kebebasan blogger Indonesia dijamin oleh Menkominfo Mohammad Nuh. Ini
artinya nasib blogger Indonesia akan lebih baik dibandingkan dengan
blogger di Mesir dan China, misalnya. Blogger di Mesir dan China masuk
penjara karena tulisan-tulisan kritis dan pedas. Nuh berharap tulisan
blogger Indonesia memberi pencerahan dan edukatif, membangkitkan rasa
nasionalisme.
Blog memang bisa disebut catatan harian online, media tempat aktivitas
si pemilik blog terekam di sini. Akan tetapi, blog juga dapat
mencerminkan wajah dan kepribadian pemilik blog sesungguhnya.Hubungan antar-blogger juga unik. Enda Nasution, blogger senior,
misalnya, menceritakan, ketika dia bertemu dengan Budi Putra, blogger
senior lainnya, dia merasa hubungan mereka sudah sangat dekat.
Masing-masing sudah saling mengenal karena keduanya sudah membaca isi
blog. Pembicaraan pun lebih akrab. Keunikan pertemanan ala blogger ini
tidak dimiliki komunitas lainnya.
Siapa saja yang nge-blog? Di Indonesia, mereka yang nge-blog mulai
dari pelajar SMP, mahasiswa, pekerja, kaum profesional, selebriti,
sampai CEO dan menteri. Blog anak SMP bercerita seputar kegiatan
ekstrakurikuler OSIS, misalnya. Blog mahasiswa bercerita seputar
aktivitas kemahasiswaan sampai kisah cinta. Blog profesional bisa
macam-macam, bergantung pada latar belakang mereka dan minat
masing-masing. Umumnya, isinya beragam. “Pembaca blog-ku lebih suka
aku menulis aktivitas keseharian dengan bahasa sehari-hari,” kata Fany
Ariasari, penulis buku Pernak-pernik Blog.
Antusiasme blogger sangat luar biasa. Bayangkan, blogger dari Palu, Sulawesi Tengah, seperti Ruslan Sangaji dan Andi Miswar, sengaja datang ke Jakarta hanya untuk menghadiri Pesta Blogger. Saking nekatnya demi menghadiri acara “kopi darat” ini, Ruslan dan Andi kehabisan uang untuk kembali ke Palu karena harga tiket Makassar-Jakarta melonjak dan mereka kurang memperhitungkan ini. Namun, kesulitan mereka akhirnya teratasi setelah ada yang membantu membelikan tiket pulang.
Yang menarik, Juwono adalah menteri yang memiliki blog pribadi. Blog
ini memuat opini, minat, pandangan, dan aktivitasnya. Dia mencoba
menulis dalam bahasa Indonesia. Namun, untuk mencapai pembaca yang
lebih luas, dia menulis dalam bahasa Inggris. Meskipun dikelola oleh
anak lelakinya, tetapi blog ini memuat “wajah” Juwono Sudarsono. Blog
ini dibagi dalam lima kategori, yaitu masalah-masalah defence,
development, family, international, dan nation.
Maylaffayza tentu bukan satu-satunya orang yang merasakan blog sebagai “candu”. Jika sehari tidak nge-blog, ada sesuatu yang hilang. Nge-blog atau blogging kini menjadi salah satu bagian kehidupan sehari-hari. Bukan hanya di Indonesia, tetapi di berbagai negara di dunia. Technorati, mesin pencari blog, memperkirakan jumlah blog di seluruh
dunia saat ini lebih dari 88 juta.
Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh melihat perkembangan dunia blog di Indonesia sangat pesat. Jumlah blogger di seluruh Indonesia saat ini 130.000-an. Tahun 2008, Nuh berharap jumlahnya menjadi satu juta.
Posted by aozorabunko